Siapkan Skema Tahsin, LSP P1 UM Metro Gandeng LSP P2 Daarul Qur’an

“LSP P1 akan menggandeng LSP P2 Daarul Qur’an untuk merencanakan skema tahsin dalam rangka mensinergikan apa yang kami lakukan supaya bermanfaat bagi umat, stakeholder, dan khususnya bagi UM Metro sendiri,” terang Lukito saat memberikan sambutan di kegiatan silaturahmi antar LSP yang berlangsung di Aula Gedung HI kampus setempat, Kamis (04/03/2021).

Selain itu, Lukito juga menyampaikan UPT yang ia pimpin aka mempersiapkan asesor yang tak lain adalah dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) UM Metro.

Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP P1) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro saat ini tengah mempersiapkan skema tahsin. Hal ini ditenggarai dalam rangka memfasilitasi pengakuan profesional terhadap kemampuan tahsin mahasiswa UM Metro.

Ketua LSP P1 UM Metro Lukito Dwi Yuono, M.T. menerangkan pihaknya akan menggandeng LSP P2 Daarul Qur’an Pusat untuk mewujudkan skema tersebut.

“LSP P1 UM Metro juga perlu mempersiapkan asesor metodologi terutama dari FAI. Kita perlu kompetenkan dosen-dosen FAI untuk memiliki sertifikat kompetensi teknis, untuk skema yang akan kita usulkan,” tambahnya.

Ke depan, Lukito menilai keberadaan skema tahsin ini akan memperkuat keberadaan visi UM Metro yang berbunyi ‘Pusat Keunggulan Profetik Profesional, Modern dan mencerahkan.’

“Skema tahsin ini nanti akan memperkuat visi UM Metro khususnya di bidang profetik. Skema tahsin akan berlaku umum, di mana semua mahasiswa UM Metro dapat diuji sesuai dengan skema tahsin,” kata dosen yang ber-homebase di Teknik Mesin ini.

Menurutnya, banyak keuntungan yang akan dimiliki mahasiswa yang memiliki sertifikasi profesi di bidang tahsin.

“Saat ini sangat banyak dunia kerja yang memfasilitasi rekan-rekan untuk masuk ke dunia kerja melalui jalur khusus salah satunya melalui jalur hafidz qur’an. Nah ini peluang bagi UM Metro untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja,” tukasnya.

Sejalan dengan pernyataan Lukito, Wakil Rektor I bidang Akademik Dr. Agus Sujarwanta, M.Pd. menuturkan skema tahsin akan mendorong mahasiswa UM Metro memiliki sifat kenabian.

“Mahasiswa UM Metro kalau nanti lulus diharapkan memiliki karakter kenabian diantaranya kalau baca Al-Qur’an minimal tidak keteteran,” kata Dr. Agus Sujarwanta.

Dr. Agus Sujarwanta menilai, kehadiran LSP P1 UM Metro yang baru berlisensi beberapa bulan lalu dirasa harus melibatkan pihak luar untuk mewujudkan skema tersebut.

“Untuk menerapkan skema ini, akan menghadapi 4000-5000 mahasiswa untuk menanganinya, dan ini belum siap SDM-nya. Karena saat LSP kita yang terlisensi bulan lalu, skema tahsin itu belum punya,” tuturnya.

Dengan kehadiran LSP P2 Daarul Qur’an ini, sambungnya diharapkan nanti bisa memberikan sumbangan yang besar untuk terciptanya satu skema tambahan di UM Metro.

Sebagai informasi, hadir dalam silaturahmi tersebut Wakil Rekor IV bidang AIK dan Kerja Sama Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed, Direktur LSP P2 Daarul Qur’an Muhammad Bisyri, M.Pd, Pimpinan Daarul Qur’an cabang Pesawaran Mulyanto, S.Pd.I, Dekan, Wakil Dekan, dosen dan mahasiswa FAI UM Metro. (Repost From ummetro.ac.id)